Hukum Donor Darah & Mengambil Upahnya

warna warni

Hukum Donor Darah & Mengambil Upahnya

Al Ustadz M. Rifa’i

 

Bismillah

Afwan Ustadz, apa hukumnya bakti sosial donor darah (kegiatan ini tidak darurat) dan biasanya setelah donor, si pendonor diberi makanan & minuman, seperti: susu, roti, dan telur rebus. Apa hukumnya dari makanan dan minuman ini? Barakallahu fiik

 

– Hukum asal pengobatan itu boleh selama tidak dengan cara yang haram dan tidak dengan obat dari bahan yang haram, adapun hukum donor darah adalah boleh dengan syarat kondisi mendesak darurat bagi si sakit yang tidak ada alternatif obat lain kecuali dengan transfusi darah dari orang lain, karena hukum asalnya adalah firman Allah :

 

حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ

“Artinya: Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang disembelih) untuk selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak meginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya” (Al-Baqarah : 173)

 

– Yang tidàk boleh juga adalah kita jual donor tersebut atau kita mencari imbalan dari donor tersebut.

– Kalau setelah donor diberi makann & minuman juga halal hukumnya dengan syarat kita tidak meniatkan atau mensyaratkan adanya imbalan makanan & minuman tersebut atau selainnya. Wallohu a’lam bishowwab

 

Sumber: WA Kajian Ilmiah Bontang


(178) views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori Artikel

Newsletter

1000191