[TRANSKRIP-DAUROH TANGERANG SESI 2] Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Khawarij Melalui Yayasan Ihya At Turots

[TRANSKRIP-DAUROH TANGERANG SESI 2] Mewaspadai Tersebarnya Bahaya Khawarij Melalui Yayasan Ihya At Turots

ALhamdulillahi hamdan thoyyiban katsiron mubarokan fiih. Kama yuhibbu robbuna wayardhoh. Asyhadu anlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh. Wa ba’d.

Kita melanjutkan majelis kajian ini untuk yang kedua. Masih kita dalam silsilah penyebutan beberapa statement, ucapan tokoh-tokoh ihya at turots yang akan menyampaikan pada kesimpulan bahwasanya ihya at turots  adalah sebuah jamiyyah yang berdiri di atas paham khawarij. Di atas pokok-pokok dasar paham kaum khawarij. Dan Sekali lagi semua penyebutan tadi masih sebatas tentang aqidah dan manhaj ihya at turots yang berada di Kuwait untuk kemudian nanti kita akan menyebutkan seputar apa yang terjadi di Indonesia.

Karena banyaknya beberapa pembahasan yang masih belum tersebutkan, sementara waktu kita sangat terbatas, atau kurang lebih 90 menit lagi kita akan berbincang, maka saya akan cukupkan penukilan statement tokoh-tokoh ihya at turots dengan yang terakhir terjadi, yaitu pada bulan Februari tahun 2009, ucapan yang dilontarkan masih oleh Wakil Ketua Jamiyah ihya at turots yaitu Wail Al Husaawi yang semakin menunjukkan kepada kita bahwa mereka banyak memprovokasi masyarakat dalam menentang pemerintah, meninggalkan sikap as-sam’u wat thoo’ah, mendengar dan taat kepada waliyyul amr yang itu merupakan salah satu pokok, dasar manhaj ahlussunnah.

Dia mengucapkan “Alhukuumatu yajibu alaiha an turhal liannaha la tastahiqqu ‘an tudabbira su’uunal balad” bIni dicupankan secara terbuka. Dia mengatakan bahwa penguasa yang ada ini wajib untuk segera dilengkerkan karene pemerintah yang sekarang sedang memipmin ini dia tidak berhak untuk mengatur urusan negeri ini”

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Terlalu banyak ucapan yang semisal ini.. Masih banyak yang belum saya bacakan.. khusus poin terakhir ini, baru saya membacakan 4 atau  5 penyataan saja dari hampir 20 pernyataan yang ternukilkan disini. Namun saya cukupkan beberapa penukilan yang sudah antum dengarkan tadi, yang semakin memperkuat kesimpulan bahwa Jamiyyah ihya at turots adalah Jamiyyah yang berada di atas prinsip Khawarij.

Sebenarnya masih ada data-data lain yang menunjukkan bahwa ihya at turots juga dalam praktek pergerakannya tidak hanya sekadar sebagai yayasan pengumpul dana zakat dan infak, kemudian membagikannya untuk umat islam. Ternyata, mereka adalah yayasan yang memiliki target-target selain dari sekadar yang mereka sebutkan di hadapan para ulama untuk mendapatkan tazkiyah bahwa ini adalah yayasan yang bergerak bidang sosial, mengumpulkaan harta zakat kaum muslimin, dari berbagai negeri, kemudian penyalurannya untuk umat yang membutuhkannya.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Justru yang lebih parah, bahwa mereka memanfaatkan harta-harta yang mereka kumpulkan itu tadi untuk memuluskan program penanaman akidah khawarij kepada umat. Mereka datang dengan membawa dana bantuan dan berbagai program dana untuk membangun pondok pesantren di berbagai negara di dunia ini. Tempat-tempat pendidikan di Indonesia saja sudah berapa pondok pesantren yang langsung dibantu oleh ihya at turots?!

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Maka gilirannya sekarang ini kita akan menyebutkan, beberapa syubhat yang beredar di negeri kita khususnya tentang ihya at turots. Di antara syubhat yang diucapkan adalah:

Yang pertama: Kenapa kalian mentahdzir Jamiyyah ihya at turots? Sementara Jamiyyah ini, banyak, atau besar manfaatnya untuk umat. Dan yang terjadi itu hanya sekedar kesalahan-kesalahan.

Yang ingin saya titik tekankan di sini adalah: Syubhat menamakan, mengistilahkan, berbagai penyimpangan yang ada pada ihya at turots yang antum dengarkan tadi sebagiannya, dengan istilah “kesalahan”. Sehingga terkesan bahwa itu adalah suatu hal yang ringan dan tidak terlalu besar, dan tidak terlalu berbahaya. Perlu kita dudukkan syubhat ini, dan kita mengatakan kepada pengucapnya Hendaknya Anda Bertakwa Kepada ALLAH.

Kalau Anda tidak mengetahui berbagai penyimpangan yang ada di ihya at turots, sehingga Anda mengatakannya, mengistilahkannya dengan istilah kesalahan, maka sungguh wajib bagi Anda untuk bertanya. wajib bagi Anda untuk mengetahui dan berilmu tentang apa itu ihya at turots, agar Anda tidak dengan mudah menyatakan itu hanya sebatas kesalahan. Tidak sampai pada tingkat penyimpangan.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Kata-kata kesalahan ini sangat global. Kekufuran dengan dua bentuknya, kesyirikan dengan dua bentuknya. Syirik akbar atau syirik ashghor, kufur akbar ataupun kufur  ashghor. Kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari lingkaran keislaman untuk menjadi seorang kafir. Ataupun kufur  ashghor keduanya adalah jenis kesalahan. Na’am.

Begitu juga kesyirikan. Akbar maupun ashghor dua-duanya adalah kesalahan. Begitu juga  bid’ah. Para ulama membagi bid’ah menjadi dua. Ada bid’ah mufassiqoh dan yang kedua bidah mukaffirah. Bidah mukaffiroh adalah bidah, yang mengeluarkan pelakunya dari islam. Seperti akidah wihdatul wujud, keyakinan bahwa seluruh alam ini adalah ALLAH. Sehingga pohon itu adalah ALLAH, binatang itu adalah ALLAH, dan seterusnya… Ini adalah bid’ah yang mukaffiroh. Yang mengeluarkan pelakunya dari keislaman. Ataupun bid’ah mufassiqoh semuanya adalah kesalahan.

Pertanyaan nya sekarang, apakah berbagai kesalahan yang ada di dalam ihya at turots itu adalah jenis kesalahan biasa atau kesalahan yang sangat besar ?

Ucapan yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara aqidah sunnah dengan aqidah syiah. Ini sebuah kesalahan ataukah penyimpangan ? Begitu juga, tokoh-tokoh mereka yang mengatakan “Kami tidak merasa gundah, tidak merasa sedih dengan munculnya kekuatan syiah di negeri Irak. Kami tidak sedih dengan itu justru senang.”

Ini sebuah kesalahan biasa ataukah justru ini adalah penyimpangan yang akan menipu umat?. Akan menjadikan umat lalai terhadap bahaya kaum syiah yang menyesatkan. Begitu juga akidah khawarij yang ada pada ihya at turots. Maka, mengistilahkan penyimpangan-penyimpangan ihya at turots dengan sebatas Kesalahan ini adalah sikap meremehkan penyimpangan-penyimpangan yang antum masih ingat bagaiamana Dzul Khuwaisiroh, yang memprotes kebijakan Nabi sebagai waliyul amr. Na’am. Apa yang dikatakan Nabi? Sang perintis khawarij ini tadi ? Yang kemudian diberi julukan “kilaabun naar, kilaabun naar” Kata Rasulullah. Nabi yang mengatakan ini. Itu telah dilakukan oleh ihya at turots.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Dari sini kita mengatakan bahwa, pengistilahan berbagai penyimpangan ihya at turots tersebut adalah sikap meremehkan kebathilan dan sikap tidak amanah. Sikap Tidak amanah.

Kemudian syubhat yang kedua.

Bahwa, “Kenapa kalian mentahdzir orang-orang yang menerima dana bantuan dari ihya at turots? Apakah hanya dengan sekadar menerima dana bantuan dari ihya at turots kemudian disikapi dengan ditahdzir?”.

Jawabannya adalah: “Wahai saudaraku, sesunggunya Kami dan para ulama itu lebih-lebih  mentahdir kalian bukan hanya karena kalian menerima dana bantuan dari ihya at turots. tetapi, kami dengan terpaksa dan hati kami sedih mengingatkan umat dari bahaya kalian karena : Ternyata di balik interaksi dan hubungan kalian dengan Jamiyah Khawarij ini tadi, kalian dirasa ataupun tidak dirasa oleh kalian, telah dijadikan sebagai kendaraan tunggangan untuk melancarkan syubhat-syubhat, menyebarkan penyimpangan-penyimpangan Jamiyyah ihya at turots.

Saya akan berikan beberapa contoh yang terjadi di Indonesia. Ketika sebagian yayasan sebagian pondok pesantren mau menerima dana bantuan dari Jamiyyah ihya at turots maka pada tahun kurang lebih 96 ihya at turots berhasil mendatangkan tokoh besarnya Abdurrahman Abdul Khaliq (AAK) ke pondok  pesantren Al Irsyad Salatiga. Pada tahun 96. Di mana pada waktu itu telah muncul tahdzir para ulama dari bahaya AAK.

Mereka berhasil mendatangkan tokoh besarnya ini ke Indonesia. Diundanglah para da’i untuk menghadiri acara muhadhoroh atau dauroh yang langsung diisi oleh AAK. Dari situ, muncullah perpecahan di kalangan Ahlussunnah. Dua hal, atau dua efek negatif sekaligus telah muncul. Kita rasakan di balik dana bantuan yang kalian terima.

Pertama, berhasil mendatangkan tokoh besar ihya at turots, AAK, yang bermanhaj Ikhwani, yang tidak ada beda baginya seorang sunni dan syi’i ke negeri kita

Yang kedua, mengundang para da’i untuk mendengarkan syubhat-syubhat AAK yang membela mati-matian Yusuf Al Qordhowi pada waktu itu, dihadapan para da’i. Ditiupkan syubhat. Dihembuskan syubhat oleh AAK. Membela menyanjung Yusuf Al Qordhowi.

Kemudian, pada tahun 96 itu pula di saat AAK ini datang ke Indoneisa dia membela Safar al Hawali, Salman Al Audah dari tokoh-tokoh Sururiyah yang telah ditahdzir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Oleh Haiat Kibarul UIama. Karena sejak tahun lalu atau bulan September tahun 1993 sudah keluar surat pencekalan dari Haiat Kibarul Ualma fatwa langsung dari Syaikh Abdul Aziz Bin Baz, Asy Syaikh ibn Sholih Al ‘Utsaimin. Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad. Syaikh Aman Al Jaami’. Asy Syaikh Muqbil . Sayikh Robi’ bin Hadi. Syaikh SHoleh Al Fauzan. Para ulama. Pada waktu itu mengingatkan dari bahaya safar hawali dan salman al audah yang menanamkan faham khawarij di tengah umat. Menentang dan memberontak kepada pemerintahnya.

Fatwa keluar pada bulan septemrbe tahun 1993, ternyata tahun 96 AAK didatangkan ke Indonesia oleh ihya at turots bekerja sama dengan pesantren Al Irsyad Tengaran Salatiga.

Barokallahu fikum.

Maka terpecahlah dakwah. Muncul efek negatf yang berikutnya.
Sadari wahai saudaraku, jika Anda benar-benar sayang terhadap dakwah ini. Jika kalian benar-benar mencintai Ahlussunnah. Kita sedang berjuang menghadapi kaum syiah, Berjuang menghadapi ahlulbathil, Kaum liberal, Kaum sufi ,dan yang lainnya.

Anda jangan memperlemah kekuatan ahlissunah untuk berdakwah. Jangan hanya karena uang untuk membangun pondok pesantren , Unang utnuk membagun mesjid. Uang bulanan gaji untuk kalian. Atau uang untuk membeli perpustakan dan lain semisalnya. Kemudian kalian menjual dakwah ini ?! Jangan wahai saudaraku! Jangan ilmu yang kalian dapatkan di Jamiyah Islamiyah itu digunakan untuk membodohi salafiyin! Jangan. Bertakwalah kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala.

Maka sejak itu perpecahan di kalangan salafy semakin berkembang. Inilah yang dinyatakan sebagai keberhasilan ihya at turots memecah belah salafiyin. Dan kita di Indonesia termasuk yang mendapatkan getahnya.

Kemudian tidak cukup sampai di sana. Dengan sebab muamalah kalian dan kalian membuka pintu kerjasama dengan ihya at turots, pada tahun kurang lebih penghujung tahun 96 atau awal 97 mereka berhasil mendatangkan salah satu tokoh khawarij dari Mesir sebagai da’i resmi ihya at turots ke negeri kita. Seorang yang bernama Syarif Muhammad Fuad Hazza ‘. Berada di pesantren tersebut kemudian beberapa yayasan di Indonesia yang bekerja sama dengan ihya at turots, mengirim da’i-da’inya kepada salah satu tokoh khawarij. Kemudian dalam berbagai kesempatan, saudara Syarif Hazza’ ini menanamkan beberapa pokok dasar pemikiran khawarij kepada beberapa da’i yang belajar kepadanya.

Menanamkan bahwa tauhid itu disamping Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma’ Wa Shifat, ada tauhidul hakkimiyyah. Yang ujung-ujungnya akan sampai kepada pengkafiran terhadap pemerintah-pemerintah muslimin. yang akhirnya akan memunculkan radikalisme dan terorisme.

Dari pokok dasar seperti ini muncullah radikalisme itu tadi. Dengan memuji di hadapan para da’i, sebagian da’i tersebut bahwa para pemberontak FIS di negera Aljazair yang para ulama sapakat  itu adalah pemberontakan, dan mereka adalah orang khawarij, yang menghalalkan darah kaum muslim, dipuji oleh saudara Syarif Hazza’ ini, orang yang mati dalam perjuangan itu sebagai syuhada dihadapan beberapa da’i pada waktu itu.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Perhatikan baik-baik berbagai mafasid, efek negatif yang muncul dari sebab sebgian da’ i , sbagian yayasan, sebagian pondok pesantren di Indonesia membuka pintu kerjasama dengan ihya at turots. Bahkan ihya at turots berhasil mengirimkan dan membagikan berbagai media-media seperti yang tadi sudah saya sebutkan yaitu majalah Al Furqon yang berisi banyak kemunkaran padanya.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Cukup ini semua sebagai mafsadah yang merugikan dakwah. Oleh karena itu terpaksa kami mentahdzir kalian. Pengaruh ihya at turots dengan dana yang mereka bagikan berhasil mempengaruhi beberapa teman kami, yang dulu belajar bersama kami kemudian dia ikut bersama ihya at turots sebagai da’inya, menyalurkan dana bantuan kelompok khawarij di Indoneisa. Sebuah pondok pesantren di daerah Cilacap yang dikenal dengan pondok pesantren al Muaddib. Kalau ada ikhwan dari Cilapac  mungkin tahu nama pondok pesantren ini. Salah satu tokoh di pondok pesantren itu adalah mertua Noordin M Top.

Mendapatkan dana bantuan dari yayasan ihya at turots untuk membangun mesjid di pondok yang di sana dikader, tempat kaderisasi para teroris yang melakukan peledakan di beberapa daerah di Indonesia, dibantu oleh ihya at turots yang kemudian dana itu disalurkan oleh da’i yang menamakan dirinya Abu Qotaadah, dan dielu-elukan sebagai murid terbaik Syaikh Muqbil. Laaa, laa dia bukan murid terbaik, bukan pula kedua ataupun bahkan ranking ke10 nya dari anak-anak Indonesia saja. Begitulah mereka pandai memang menyanjung-menyanjung seorang yang diharapkan akan mendukung programnya.

Kemudian abu Qotadah inilah yang meresmikan masjid bantuan yayasan ihya at turots untuk mahad al muaddib. Tempat bercokolnya para khawarij.

Ya Ikhwan, demikiankah Ahlus Sunnah ? Pondok al irsyad tengaran yang dahulu saya juga berada di sana dan beberapa ustadz kita juga dahulu berada dan sebagiannya mondok di sana. Dulu berada di atas manhaj salafy. Dengan sebab berurusan dan membuka pintu muamalah dengan ihya at turots mereka menjadi orang-orang yang kemudian berurusan dengan khawarij. Sampai kurang lebih pada tahun 95 atau 96 mengadakan kerjasama dengan pondok ngruki, Al Mukmin ngruki. Tempatnya para pembesar khawarij. Beberapa ustadz kita menjadi saksi yang langsung mengetahui kegiatan itu. Hal ini diulangi pada beberapa tahun kemudian, diantaranya pada tahun 99 atau kurang lebih tahun 2000. Setidaknya pada tahun 99 terjadi lagi kerjasama denga pondok al mukmin ngruki.

Ya Subhanallah, mau dikemanakan anak didik mereka?! Yang diamanatkan oleh para orang tua mereka di pondok tersebut. Kemana itu amanat?!

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Maka kita katakan kepada sebagian saudara-saudara kita yang mengatakan bahawa kami ditahdzir hanya karena menerima dana. Jawabannya bukan karena itu. Tetapi kalian telah dijadikan sebagai kuda tunggangan oleh ihya at turots untuk menjalankan misinya di negeri ini. Membantu kaum khwarij, kaum teroris. Maka dari itu saya katakan dalam tema judul kajian kita: “Mewaspadai Tersebarnya Paham Teroris Khawarij Melalui Yayasan Ihya At Turots”

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Saya tidak akan bercerita berbagai mafsadah dan efek negatif yang dimunculkan oleh ihya at turots di beberapa negeri, di Somalia di Tanzania, di Yaman, di Pakistan, Kita hanya berbicara cukup yang di negeri kita.

Sebagian mereka mengatakan “Ya Ustadz ini kenapa sebagian da’i itu bermuamalah dengan ihya at turots, dalam rangka untuk menyelamatkan dana-dana kaum muslimin yang telah berhasil dikumpulkan oleh ihya at turots agar tidak jatuh kepada kelompok-kelompok yang bathil”

Salah satu dari mereka mengatakan seperti itu di  hadapan saya, maka saya katakan “Ya Ustadz, Alhamdulillah dakwah kita akan tetap berjalan walaupun tanpa bantuan dari ihya at turots. Walaupun kita memiliki mesjid yang terbuat dari bambu dan kayu. Pondok pesantren kita juga demikian. Alhamdulillah. Dakwah itu yang dituntut adalah barokah padanya. Kalau barokah itu sudah dicabut oleh ALLAH maka  dakwah itu tidak akan bermanfaat, justru akan mendatangkan hal-hal negatif bagi umat.” Na’am.

Walhamdulillah. Pesantren ahlussunnah dari ujung Aceh hingga ujung timur Papua, mungkin lebih dari 100 pondok pesantren dengan perbedan tingkatannya masing-masing. Berjalan walhamdulillah tanpa bantuan dari ihya at turots. Ulama kita pun berdakwah, syaikhuna Muqbil rahimahullah ribuan pelajar berada di sana dari mancanegara, entah berapa biaya yang harus dikeluarkan perbulannya.

Ya subhanAllah dakwah itu berjalan hingga berhasil dengan izin ALLAH merobohkan arogansi kaum syiah di bagian Yaman bagian utara. dan arognais kaum tasawwuf serta komunis di Yaman bagian selatan. dengan izin ALLAH. Barokah dari ALLAH. Maka bersabarlah jangan kemudian kita menjual dakwah hanya untuk sekedar uang US$ 100000 , US$ 200000 dan yang semisalnya. Jangan wahai saudaraku.. Jangan..

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.

Kemudian, diantara syubhat yang diucapkan oleh teman-teman kita, terkhusus yang rata-rata pulang dari Madinah ini, “Bahwa permasalahan tentang ihya at turots itu adalah tergolong permasalahan Ijtihadiyyah. Kalau itu ijtihadiyyah yang terjadi  padanya ijtihad dari beberapa ulama yang berbeda ijtihadnya didalam menilai, yang berbeda itu para ulama di dalam menilai ihya at turots. Kenapa kita berselisih dan saling mentahdzir? Tidak pantas kita saling mentahdzir berpecah dalam permasalahan-permasalahan yang statusnya adalah ijtihadiyyah” Perhatikan syubhat ini.

Maka saya katakan sebenarnya, permasalahan ihya at turots bukanlah tergolong permasalahan ijtihadiyyah. Dan kalau antum menamakan ini masalah khilafiyyah telah terjadi khilaf di antara para ulama, Maka saya katakan juga tidak ada terjadi khilaf di kalangan ulama ahlissunnah tentang ihya at turots.

Mereka menjawab, lho.. Bukankah ada tazkiyah-tazkiyah dari ulama??
Rekomendasi dari ulama, dari syaikh bin baz, dari syaikh sholeh Al Fauzan, syaikh utsaimin, tentang atau untuk ihya at turats ini.
apakah antum lebih tahu, lebih mengerti, tentang ihya’ at turats dibandingkan syaikh bin baz?
Perhatikan syubhat ini..
maka kita mengatakan dan menjawab, sekali lagi, tidak ada khilaf dikalangan ulama.
kenapa?
Rekomendasi, atau tazkiyah yang keluar dari ulama kita, yang ditulis oleh ulama kita tadi,
adalah tazkiyah terkait dari satu sisi jam’iyah ihya’ at turats.
Kenapa saya katakan begitu?
ya.. ,
pertama, tazkiyah-tazkiyah tersebut keluar ketika para tokoh dan petugas-petugas ihya’ at turats dari kuwait datang menemui ulama kita, dan menyampaikan kepada ulama, syaikh bin baz dan yang lainnya,
`yaa syaikh, kami sebuah jam’iyah dari negeri kuwait datang menemui antum, kegiatan kami adalah untuk mengumpulkan harta zakat dari kaum muslimin, infaq dan shodaqoh untuk kemudian yaa syaikh kami salurkan, berbagai harta itu tadi kepada umat ini untuk membantu anak yatim dan orang-orang miskin, membantu para janda, membangun masjid2, membangun pondok pesantren, dan gaji2 bulanan untuk para da’i..
Apakah program yayasan kami ini, benar dan sesuai dengan AL Qur’an dan sunnah?’
Asy Syaikh adalah seorang manusia biasa..
jangankan seorang syaikh seorang alim seorang ulama…
Nabi kita Muhammad Shalallahu `Alaihi Wassallam, dalam salah satu sabdanya mengatakan,
`innaka ana basyar, wa innakum la takhtasimuna ilaiya, wa laa `ala ba’dhlokum al hanadziyu hujjajihi min ba’din, fa qodhloytulahu  bi haqqi akhihi. Fa man qodhloytulahu bi haqqi akhihi fa la ya’khudz hu, fa innama khoto’tu lahu tif’atan minan nar auw kama qolal musthofa `alaihis Sholatu was salam.

-Sesungguhnya aku ini manusia biasa.
ya, nabi manusia biasa. Tetapi yang membedakan kita dengan nabi adalah..
bahkan yang membedakan ulama dengan nabi adalah, nabi manusia biasa yang diberi wahyu oleh ALLAH. Sementara ulama adalah manusia biasa yang tidak mendapatkan wahyu.
Kalau itu ulama manusia biasa yang tidak mendapatkan wahyu,, perhatikan ini nabi, yang mendapatkan wahyu dari ALLAH.
mengatakan
-saya adalah manusia biasa.., dan kalian ini mengadukan kepadaku, berbagai problem dan perselisihan yang terjadi diantara kalian. Mungkin saja ada diantara kalian yang lebih pandai berargumentasi, sehingga aku memutuskan bahwa kebenaran bersamanya, kebenaran adalah untuknya..  ternyata itu bukan untuknya. Maka barangsiapa yang aku putuskan kebenaran adalah untuknya, sementara itu adalah hak saudaranya, jangan diambil keputusanku.., Karena sesungguhnya aku telah memberikan untuknya potongan dari api neraka.-

Nabi, `Alaihis Sholatu Was Salam..
masih ingatkah kita peristiwa masjid dhirar, sebuah masjid yang dibangun oleh kaum munafikin, di negeri madinah. Yang ALLAH namakan kemudian dengan masjid dhirar, masjid yang didirikan untuk menciptakan madharat atau ghoror untuk kaum muslimin. Menjadi tempat pengintaian kaum muslimin., pengintaian kaum kuffar atau munafikin terhadap umat islam, Rasul dan para sahabatnya.. Masjid yang digunakan untuk berkonsolidasi di dalam memecah belah barisan kaum muslimin.
Mereka kaum munafikin, setelah selesai membangun masjid itu datang menemui Nabi,
“yaa Rasulullah, kami telah membangun masjid, tujuan kami adalah –perhatikan-
tujuan kami adalah, agar orang-orang tua yang tidak mampu datang ke masjidmu bisa melakukan sholat berjamaah, atau orang-orang yang sakit dan semisalnya wahai Rasul. kami memohon, wahai nabi, agar engkau bisa menyempatkan waktu untuk sholat di masjid ini.”
sebagai peresmian, prasasti peresmian, bahwa nabi telah shalat.
Menunjukkan masjid itu adalah resmi dan diakui..
sehingga kaum munafikin akan lebih mudah di dalam merekrut umat.
Nabi SEMPAT hampir mengiyakan, memenuhi keinginan dan manuver munafikin..,
Namun Subhanallah..
Nabi, yang memang mendapatkan wahyu dari ALLAH..
turun ayat., mengingatkan Nabi dari bahaya muna..-, manuver2 munafikin.
“la takum fihi abadan, la masjidun usshitta `alat taqwa min awwali yaum ahaqqu an takuma fihi”
`Jangan sekali2 engkau melakukan sholat di masjid tersebut wahai Muhammad’ jangan kata ALLAH.
maka langsung Nabi mengurungkan niatnya, membatalkan niatnya untuk melakukan sholat di masjid tersebut, dan memerintahkan kepada sahabat untuk membakarnya.

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum,
para ulama kita itu manusia, tidak tahu yang ghaib..
datang sekelompok orang, mengaku bahwa mereka adalah pengurus sebuah yayasan,  yang bergerak di bidang dana sosial, Maka masyayikh tentunya, yang punya semangat untuk meringankan beban kaum muslimin, meringankan beban dakwah,
dengan mengata . e.. secara otomatis mengatakan, ini adalah program yang baik, sesuai dg Al Qur’an dan Sunnah, kami menghimbau para muhsinin, para donatur, untuk bertaawun dengan yayasan ini..
Namun, cobalah dijawab dg jujur, Apakah asySyaikh AbdulAziz bin baz, tahu bahwa ternyata di dalam jam’ iyah ihya at turats itu ada baiat?.. dan bagaimana kalau beliau itu tahu bahwa ternyata di situ ada baiat yang diambil dari para pengurus dan pengikutnya?
apakah syaikh akan tetap memberi rekomendasi?
dan apabila syaikh al utsaimin, demikian juga syaikh bin baz, syaikh sholeh al fauzan dan yang lainnya mengetahui bahwa ihya at turats, tokoh2nya mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara sunnah dengan syiah
apakah mereka akan tetap merekomendasi, bahwa yayasan ihya at turats adalah yayasan yang berada di atas sunnah.., yang diperintahkan atau dihimbau umat, untuk bertaawun dengannya?
Bagaimana kalau ulama tadi, mengetahui bahwa tokoh-tokoh ihya at turats, adalah tokoh-tokoh berpaham khawarij., yang memprovokasi rakyat untuk menentang penguasanya?
Ikhwani fiddin, azzaniyallahu waiyyakum
begitulah mereka, tidak jujur di dalam bersikap.., mereka tidak takut bahwa ALLAH mengetahui itu semua.. mereka tidak takut kepada ALLAH kalau ALLAH mendengar ucapan2 mereka ketika berhadapan dengan masyayaikh tadi para ulama.
maka dari situ, kita kataakan kepada mereka2 yang memanfaatkan kondisi dan suasana ini, adanya tazkiyah dan rekomendasi dari sebagian ulama untuk ihya at turats.
Wahai saudaraku yang telah belajar, wahai saudaraku yang telah belajar ilmu hadits, ilmu ushul hadits, ilmu fiqh dan ushul fiqh, wahai saudaraku yang belajar tafsir dan belajar ushul tafsir. Ketahuilah, bahwa dalam kaidah tafsir disebutkan bahwa azbabun nuzul, jika itu adalah ayat, adalah juzrun min tafsiriha. Bal dakholat dukhulan awwaliyyan min tafsiriha
bahwa sebab nuzul sebuah ayat, itu adalah bagian dari penafsiran tentang ayat itu.
bahkan sebab nuzul itu masuk dalam peringkat pertama dalam penafsiran ayat tersebut dan maknanya.
Begitu juga hadits Rasul, sebagian hadits Rasul itu terucap dari Nabi, keluar ucapan dan kata2 hadits tersebut dari Rasul, sebagiannya dikarenakan ada sebuah sebab, sebuah peristiwa terjadi di hadapan Rasul kemudian Rasulullah berucap.  Sebuah pemandangan terjadi di hadapan nabi yang dilihat oleh beliau kemudian Rasulullah bersabda, atau sebuah ucapan, sampai kepada pendengaran Rasul sehingga Rasulullah berucap. Itu namanya, asbab wurud. kalau Al Qur’an namanya asbab nuzul.
Maka asbab wurud hadits, merupakan bagian dari penjelasan makna dan tafsir hadits tersebut.

begitu juga pembicaraan manusia.
seorang ulama bahkan manusia biasa seperti kita ini, kadang-kadang berbicara, mengucapkan sebuah ucapan, statement, karena ada sebab. Maka statement kita harus diterjemahkan, diterapkan, sesuai dengan sebab munculnya ucapan kita tadi.

maka sempat saya katakan kepada salah seorang mereka yang tadi saya katakan, bergelar magister
yaa ustadz, apakah termasuk sikap adil, sikap sportif, sikap inshaf, sorang thalibul `ilm, menempatkan perkataan seorang ulama bukan pada tempatnya yang diinginkan. Menempatkan tazkiyah syaikh bin baz untuk mentazkiyah ihya at turats yang bermanhaj khawarij, bermanhaj ikhwanul muslimin. Apakah itu sikap adil, jujur, inshaf, seorang pembina umat?
maka kita pastikan itu bukan sikap inshaf, sikap sportif, sikap adil.. tidak dibenarkan..
Kalau dia tidak menyadari hal itu karena tidak terlintas di benaknya tentang apa yang baru saja kita sampaikan ini, maka kita katakan anta ma’dzur..
ya sudahlah anda mengucapkan itu karena anda tidak  tahu. Tetapi kalau anda tahu, sebenarnya tazkiyah-tazkiyah tersebut, rekoomendasi2 tersebut, bukan untuk mahaj ihya at turats, tetapi sebatas untuk kegiatan2 sosial ihya at turatss, sungguh anda adalah penipu umat. Jika anda tahu, anda telah berkhianat kepada ahlussunnah.
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum, kemudian diantara syubhat yang mereka ucapkan adalah..
bahwa abdurrahman abdul khalik telah dipecat dari ihya at turats, sebagai ketaatan ihya at turats dari nasehat para ulama.
Kenapa masih ditahdzir?
Maka, kita mengatakan dan menjawab..
bahwa tahdzir kita kepada ihya at turats atau tahdzir ulama lebih dari itu.
tahdzir para ulama terhadap ihya at turats, bukan karena sosok fisik abdurrahman abdul khalik, sebagai bagian daripada struktur keorganisasian ihya at turats, bukan itu. tetapi sebab tahdzir adalah karena Jam’ iyah ihya at turats sampai saat ini masih berada di atas pemikiran abdurrahman abdul khalik.
Apa manfaatnya, dia dinyatakan telah dikeluarkan dari struktur, struktur ihya at turats, keorganisasian ihya at turats, namun berbagai pemikirannya, masih dimuliakan, masih diamalkan dan diterapkan.
Terbukti, yang tadi sudah kita sebutkan bagaimana mereka  sangat menyukai adanya kelompok-kelompok pergerakan yang ada ini. Bagaimana mereka menghimbau untuk bersatunya berbagai kelompok ini tadi, bukan di atas Al Quran dan sunnah, masing2 berjalan sesuai dengan ideologinya.
Bagaimana walaupun kelompok itu adalah.. kelompok syiah rofidhoh, pengikut manhaj al khomeini. Mereka siap bergabung, duduk bersama, bermajelis. itu adalah manhaj, pemikiran abdurrahman abdul khalik, yang masih diterapkan oleh ihya at turats. Bukan karena sosok abdurrahman abdul khalik keberadaannya dalam struktur organisasi yayasan ini.
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum
lebih dari itu, ternyata ihya at turats, walaupun telah menyatakan bahwa abdurrahman abdul khalik telah dikeluarkan dari struktur organisasi mereka, tetapi mereka dalam berbagai acara seminar, acara dauroh yang mereka adakan, mereka menjadikan abdurrahman abdul khalik sebagai pemateri utama.
Bahkan mereka sebarkan pamflet-pamflet. `hadirilah, sebuah muhadhoroh atau dauroh, yang akan disampaikan oleh asy syaikh al alamah, Abdurrahman abdul khalik pamflet disebarkan di sana sini, pengumuman disebarkan..
Janganlah mendustai umat, Berbuat jujur lah, jujur itu indah dan akan membawa anda kepada kebajikan..  dan ketahuilah dusta itu tercela dan akan menyeret kalian kepada kehancuran dan penyimpangan..
Ikhwani fiddin, azzaniyallahu wa iyyakum
diantara syubhat juga, yang beredar di tengah2 ahlissunnah hari2 ini, bahwa kajian tentang ihya at turats, atau sururiyah.., berbicara tentang ihya at turats dan sururiyah adalah pahlawan kesiangan.. sudah berlalu masanya.
Ya subhanAllah, ya subhanAllah
mungkin dia tidak tahu..
ya afwan saja yang mengucapkan ini bukan setingkatan kita, ikhwan begini, sudah pada tingkat dai, dan pada posisi ustadz.. didengar oleh teman-teman, `ya sudahlah nggak usah berbicara tentang ihya at turats..’
sekarang saya bertanya kepada antum, maklumat yang sekelumit tadi, sedikit dan antum dengarkan pada hari ini, antum butuhkan ataukah tidak?
Ana yakin itu semua antum butuhkan. Untuk antum mengerti apa itu ihya at turats dan bahayanya..
Kemudian, ada yang mengatakan seperti ini..
berapa banyak teman-teman kita bahkan asatidzah, yang tidak mengerti atau belum mengerti sejarah peristiwa tentang ihya at turats ini tadi dan kiprahnya di Indonesia..
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum
maka dari itu, kita mengatakan bahwa ini bukan pahlawan kesiangan, tetapi ini adalah nasehat..
Perhatikan para ulama, dari waktu ke waktu terus mereka menjelaskan tentang syubhatnya mu’tazilah.. syaikhul islam ibnu taimiyyah, tidak kemudian mencukupkan bantahan terhadap kaum mu’tazilah dengan karya2 Al imam Ahmad, atau karya Al Imam Abdullah ibnu ahmad, atau karya Al Imam Ad Darimi, dan para ulam yang dahulu..
tetapi beliau menulis kembali, menjelaskan kembali kepada umat, tentang bahaya kaum mu’tazilah dan jahmiyah.
terus berlanjut.. dilanjutkan oleh muridnya Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala, dan para ulama hingga hari ini..
Ihya At turats tidak berhenti, terus mereka melanjutkan.
tadi yang saya beritakan kepada antum itu, bahwa mereka memberi bantuan dana untuk markas besar, salah satu markas besar khawarij di Indonesia, sehingga berhasil merekrut teman-teman kita untuk menjadi da’i mereka, itu terus mereka lakukan..
maka sungguh penjelasan seperti ini sangat dibutuhkan dan harus terus disampaikan kepada kaum muslimin atau terkhusus ahlissunnah.
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum..
diantara syubhat juga, dan -selanjutnya kita akan lanjutkan dengan tanya jawab bi idznillahi ta’ala..
bahwa sebagian ulama, bahkan yang mentahdzir ihya at turats, membolehkan kita untuk menerima dana bantuan dari mereka selama dana bantuan bantuan tersebut diberikan tanpa syarat apapun.
mereka mengatakan, `kami menerima gak ada syarat kok..’ -gak ada syarat.. bagi mereka.
Maka, kita menjawab barokallahu fikum..
ketahuilah bahwa ihya at turats itu, bukan.. tokoh2nya sembarang orang, mereka akan bisa membaca siapa yang dihadapan mereka itu..
Kalau benar2 da’i yang akan dibantunya itu dai yang mengkritisi ihya at turats, tidaklah sekali2 ihya at turats akan mengucurkan dana bantuannya. Tetapi kalau dai itu dianggap adalah dai yang lemah, mudah mentolerir kemauan dan program ihya at turats, maka di situ ihya at turats akan mengucurkan dananya, walaupun tanpa mengatakan, syaratnya begini dan syaratnya begitu.
karena dengan sendirinya dai tersebut akan menuruti kemauan ihya at turats, seperti yang saya sebutkan tadi. dia akan ditugaskan menyalurkan dana, walaupun ke tempat khawarij.
Berangkat dia bawa dana itu. Walaupun dia harus ditugaskan meresmikan masjid bantuan dari ihya at turats tadi, dia berangkat ke markas khawarij tersebut..,
ya subhanAllah, dihancurkan manhaj dai tersebut..
Maka tidak benar kalau dikatakan bantuan itu, dikucurkan tanpa syarat
Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum.
kadang2 ihya at turats ketika hendak mengucurkan dananya..
yaa tentunya dengan bahasa yang lembut..
`insyaALLAH.. ee.. mana proposalnya? –o ini ini- insyaALLAH kita akan bangun pondok ini, insyaALLAH setelah kita bangun atau proses awal sebelum membangun pondok ini, kita adakan dauroh..
Kita akan datangkan para ulama, dari negeri kuwait.,
siapa ulama yang dimaksud? Ya tokoh-tokoh seperti tadi, yang sebagian statementnya kita nukilkan itu..
didatangkan untuk memberikan dauroh, kepada para dai dan para ustadz di Indonesia..
Sementara bantuan itu sudah “diginikan”..
Banyak dari kita akan tergiur, melihat bantuan tersebut.
Tidak mungkin, akan mengatakan,
`kalau gak mau dauroh yaa berarti.. tidak ada.. dana”
itu terlalu polos.. ya..
tapi dengan bahasa `oh ya mari-mari kita makan bersama..’, -potong kambing- `insya ALLAH kita akan adakan dauroh’
Karena sudah kadung janji didengar oleh telinga para dai tadi.,
Membangunkan pondok, bertingkat atau 5, 10 kelas, tentu para dai itu akan terdiam dan mengatakan `iya2 insyaALLAH kita akan adakan dauroh’
Yaa ikhwan, itulah yang dikatakan syaikh muqbil Rahimahullah, begitu juga syaikh Rabi’ hati-hat kalian, bersabarlah kalian, jangan kemudian karena keinginan kalian membangun dan membangun, kemudian kalian berhubungan dengan yayasan2 seperti itu.. na’am
Kebanyakan, kita adalah lemah kepribadiannya..!
coba saya ingin tahu siapa yang memiliki kepribadian kuat, ketika ihya at turats menawarkan akan membangunkan untuknya untuk kelompoknya masjid sebesar ini, ya.. kemudian 10 kelas, 20, 20an ustadznya mendapat gaji bulanan, sehingga tidak perlu menggantungkan kepada spp para santri.. ya,
tidak perlu pondok punya usaha2 khusus..ya.. untuk menghidupi operasional pondok.. ya.., kemudian dia mengatakan, `oh iya terima kasih bantuannya, tapi ee.. boleh saya memberikan nasehat kepada ihya at turats?’ `saya katakan ihya at turats, telah berada di dalam manhaj khawarij (hadirin tertawa), ihya at turats, berada di atas manhaj ikhwanul muslimin’ –sudah dua kata aja cukup- `oh iya kapan mau dibangun?’ (hadirin tertawa) –tanyakan coba- “oh iya nanti, ee.. kita akan siapkan ya” –pulang dia ke kuwait, kemana dana itu Wallahu A’lam..
coba kalau ada yang berani begitu.. na’am.
Tapi mayoritas kita adalah lemah kepribadiannya..lemah..
ikhwanifiddin azzaniyallahu wa iyyakum.
dan tentunya masih ada beberapa syubhat lainnya yang terucap dari mereka, namun ee.. dengan keterbatasan kemampuan yang ada pada diri ana, untuk bisa menyampaikan lebih jauh lagi,
maka.., kita jadikan yang berikutnya ini adalah menjawab beberapa pertanyaan yang sudah terkumpul..
Ada pertanyaan,
`afwan ustadz barokallahu fik’ –wa fika baarok-
`melihat perkembangan dan peta dakwah salafiyah di tanah air, kami mohon penjelasan da’i-da’i, siapa saja yang mewakili ihya at turats di Indonesia’
banyak..
Yang pertama kali adalah Yusuf Utsman Baisa.. dai resmi ihya at turats.
Yusuf utsman, baisa.. orang ini telah lama tentunya menjadi dai ihya at turats dan sering berhubungan ya., dengan mereka..
Orang ini memiliki syubhat yang banyak sekali.. sampai-sampai.. ketika.. saya.. sebelum saya menjelaskan tentang Yusuf baisa ini di hadapan saudara kita ustadz yang magister tadi tanpa saya sebut namanya, karena saya masih berharap beliau itu menjadi baik..
Ana baru omong,
“itu coba lihat seperti Yusuf Baisa” belum selesai saya ngomong,
`Afwan ustadz, Kalau Yusuf baisa kami mengatakan dia bukan salafi’
masyaALLAH, belum selesai saya ngomong.. na’am
“bagus, kalau memang bukan salafi, kenapa antum masih bergabung dengannya, sehingga umat mengira bahwa dia adalah salafi?”
`Ya ini kan dalam rangka munashohah, kita tidak putus asa di dalam memberikan nasehat ustadz’
ana katakan, “Tidak!!”
kita tidak boleh putus asa terhadap hidayah.. kalau nasehat, ada bimbingan caranya di dalam Islam..
sekali lagi hati-hati syubhat, antum harus bisa membedakan,
dia mengatakan, `kita tidak boleh berputus asa dalam memberikan nasehat’
maka saya jawab, “tidak!”
“kita tidak boleh berputus asa dari kemungkinan turunnya hidayah untuk seorang hamba..”
maka saya katakan “Bahkan untuk para kuffar”..
george bush itu, antum berharap gak dia masuk islam, menjadi mukmin yang benar, bermanhaj ahlussunnah masuk surga bersama kita insyaALLAH..
tentu kita berharap, semua penduduk bumi ini menjadi muslim
Kita berharap kepada ALLAH..
tetapi yang namanya nasehat, itu ada bimbingannya.
siapa pembimbing terbaik dalam hal ini?
Rasulullah Shalallahu `Alaihi wasalam, kemudian para sahabat, kemudian ulama dari kalangan salaf mereka orang-orang terbaik dalam membimbingkan munashohah, atau upaya nasehat.. na’am..
Kalau nasehat itu, bisa antum sampaikan bisa dengan, datang ke rumahnya.,
afwan ustadz, ana melihat pada antum ada beberapa kesalahan..,
1, ini adalah salah yaa ustadz ana minta antum untuk rujuk,
kesalahan kedua, ketiga, na’am..
kalau dia masih belum terima antum pulang Kirimkan kepada dia buku, kitab, para ulama..
nih.. ya ustadz, baca..
kalau terus, dalam kondisi orang ini terus menebarkan syubhat, dan orang mengetahui kedekatan antum, bolak-baliknya antum ke rumah dia, atau ke pondok dia,
Orang akan mengira bahwa antum adalah satu manhaj dengannya.. maka di sini, efek negatifnya lebih besar dari maslahah yang diharapkan.. na’am

Barokallahu fikum

Yusuf utsman abisa dalam salah satu jawabannya yang terekam, dan itu tersimpan
dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa arab kemudian kita sampaikan ke beberapa ulama di yaman
yang akhirnya Syaikh Muqbil dan beberapa ulama pada waktu itu mengatakan ‘orang ini sururi, hizbi yang wajib ditahdzir’
Apa ucapan yusuf baisa ?
dia ditanya ‘ya ustadz apa hakekat perbedaan perselisihan antara abdurrahman abdul khaliq’, atau ‘apa hakekat permasalahan tentang abdurrahman abdul khaliq ?’ kata si penanya
maka orang ini menjawab “sebenarnya” -hati-hati ya, lafaz demi lafaz diikuti-
“sebenarnya khilaf antara syaikh abdurrahman abdul khaliq dengan syaikh Robi’ itu adalah khilaf yang ilmiy,-na’am- yang ilmiyah sebenarnya”

di sini ada syubhat gak?..
ada syubhat?..
siapa yang bisa menyebutkan?

(ada yang menjawab namun suara tidak tertangkap mikrofon)
…. bukan… siapa itu …. abdurrahman abdul khaliq… Barokallahu fik
…nggak ada syubhat yah..? …tidak ada khilaf…?
Na’am..
h…mungkin maksudnya betul.. cuma redaksinya perlu diluruskan (hadirin tertawa)

Barokallahu fikum
ada yang bisa menjawab..?
(ada yang menjawab namun suara tidak masuk mikrofon)…
diangkat.. kata-kata ilmiah.. 1..
kedua..?
-ini latihan syubhat ini..-
iya faddhol..
syubhatnya..?
‘tidak ada khilaf’?
-dia menyatakan, sebenarnya khilaf yang terjadi antara syaikh abdurrahman abdul khaliq dengan Asy Syaikh Robi’ itu adalah khilaf yang ilmiah- begitu pernyataannya

satu tadi betul , disebutkan khilaf ilmiah
jadi seolah-olah ‘ya biasalah, gak penting, gak perlu kita berselisih’
-boleh saya bantu.. atau ada yang menjawab?- (hadirin tertawa) -untuk menghilangkan ngantuknya, na’am-

ya, faddhol.
(ada yang memberi jawaban)..
-khilaf yang terjadi antara?…. syaikh abdurrahman abdul khaliq… diangkat suaranya… sudah makan siang kan.. barokallahu fikum… malu dia. grogi dia… na’am

mungkin yang lainnya..
faddhol.. ustadz abdulloh
-ya.. itu betul, satu tadi sudah disebutkan,, jazakallah khoir…
ana pingin yang kedua, biar agak tegang (bercanda).. na’am, tafaddhol-

Abu Zubair…
syaikh abu zubair.. tafaddhol (hadirin tertawa)
‘Abdurrahman abdul khaliq bukan ahlussunnah, jadi seakan-akan Syaikh Robi’ dengan abdurrahman abdul khaliq disamakan’
-h..iya iya.. bagus…! 60 nilainya..!-
(hadirin tertawa)

na’am..
cukup sudah,,ana jawab sekarang..
biar cepet..!

barokallahu fikum
di sini dia menyatakan: ‘khilaf yang terjadi antara syaikh abdurrahman dengan Syaikh Robi’ itu adalah khilaf yang ilmiy’
yang difahami oleh pendengar bahwa khilaf yang terjadi selama ini adalah HANYA antara abdurrahman abdul kholiq dengan Syaikh Robi’
apa sebenarnya hakikatnya ?
Pertama, itu bukan khilaf! Yang terjadi adalah tahdzir dari Ulama
Yang kedua, bukan hanya Syaikh Robi’ , tetapi masyaayikh, ulama
tetapi di sini yang mau dikesankan
bahwa ini selalu dari Syaikh Robi’ , selalu dari Syaikh Robi’..

…Tahdzir dari Syaikh bin Baz, Syaikh Sholeh Fauzan , Syaikh Abdul Muhsin, Syaikh Muqbil.
Na’am. Barokallahu fikum. Dan yang lainnya,, Syaikh ‘Ubaid Al Jaabiri, Syaikh Muhammad bin Haadi, Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi , dan yang lainnya

Na’am barokallahufikum
di sini syubhat yang membahayakan
pertama
kita katakan itu bukan khilaf
tetapi tahdzir dari ulama

Yang kedua, pernyataan ilmiyah
jangan keburu menjawab.
Saya lanjutkan
dia mengatakan
“lahh khilaf yang terjadi adalah –ini, ini ilmiyah yang dia maksud– bagaimana menyikapi kerajaan, pemerintahan, kerajaan arab saudi… apakah kerajaan saudi itu masih tergolong negara muslim,  ataukah sudah tidak..! Kalau selain saudii, kedua syaikh ini sudah sepakat”,  –sepakat apa, selain saudi ? hah ? saya ulangi .. hati-hati… syubhat loh ini!–
“khilaf di antara keduanya adalah bagaimana menyikapi negara saudi,, apakah negara saudi masih termasuk negara muslim, ataukah tidak! Kalau selain saudi dua syaikh ini sudah sepakat! ”

sepakat apa ?

sepakat kafir, na’am.
lah wong saudi saja yang menerapkan hukum islam, masjid-masjidnya, masyayikhnya, ulamanya, dan yang lainnya, tidak cukup waktu menjelaskannya, masih diperselisihkan muslim ataukah negara kafir
apalagi yang lainnya indonesia malaysia pakistan yaman
Sudah sepakat, katanya, dua syaikh ini bahwa itu adalah bukan muslim
itu makna implisitnya

coba perhatikan syubhat berikutnya
khilaf dalam menyikapi negara saudi. muslim, ataukah sudah tidak muslim lagi negara ini

Syaikh Robi’ dalam berbagai karya dan ceramahnya menegaskan bahwa negara saudi adalah daulatun islaamiyyah
Berarti abdurrahman abdul khaliq apa ?? berbeda penilaiannya, yaitu negara saudi kafir.  Sama seperti penilaian usamah bin ladin dan yang lainnya

na’am
terus siapa yang menyatakan bahwa Syaikh Robi’ sepakat selain saudi adalah kafir ?!
Laa! Syaikh Robi’ menyatakan Indonesia adalah negara muslim. Pakistan negara muslim. Yaman Negara muslim.
Na’am

Jadi dari sini. dari penjelasan da’i resmi ihya at turots ini
yang bernama yusuf baisa
dengan tegas bahwa memang abdurrahman abdul khaliq adalah seorang berpaham khawarij.
na’am

maka hati-hati dari da’i ini. na’am.
yang beberapa waktu yang lalu entah sampai sekarang menjadi ketua perhimpunan al irsyad. na’am

kemudian yang kedua , dai di antaranya abu qotadah. hati-hati dari orang ini, ya. barokallahu fikum
murid-murid terbalik Syaikh Muqbil! na’am
murid terbalik. bukan murid terbaik. na’am
lam l nya jatuh hilang

pertanyaan berikutnya
… dan masih banyak yang lainnya.

‘apa manhaj jafar umat tholib?’
khawarij, naam, na’am. politikus.

‘Apakah..’ pertanyaan yang berikutnya
‘…kalau ada seorang ustadz yang menerima dana dari ihya at turots, kemudian kita katakan dia sebagai turotsi, atau surui, padahal dia tidak berpaham sururi atau turotsi yang mengkafirkan’
na’am. kita katakan turotsi. karena dia denga sikapnya tadi, dirasa ataupun tidak
akan memuluskan program-program ihya at turots yang seperti saya sebutkan tadi
na’am barokallahufikum
kita katakan turotsi. karena sikap dia, apalagi ia seorang ustadz, akan dipahami oleh umat bahwa yayasan ihya at turots adalah baik
tetapi kita tidak akan mengatakan dia turotsi atau sururi
apabila dia, setelah menerima bantuan itu kemudian dia mengadakan muhadhoroh, ceramah-ceramah, tulisan bahwa jamiyah ihya at turots adalah jamiyah yang berpaham khawarij. na’am

‘lho nanti dikatakan nggak bisa balas budi ustadz’
justru itu balas budinya
nasihat dan tahdzir antum itu balas budi terbaik untuk ihya at turots supaya melepaskan dirinya  dari kesesatan mereka
na’am


…masya ALLAH pertanyaannya tajem-tajem ini na’am….

apa hukumnya, halal ataukah haram kopi luwak..?
…(hadirin tertawa)…
……

jawabannya tanyakan kepada ulama.. tanyakan kepada ulama..
na’am

masya ALLAH

itu beberapa yang bisa ana jawab…

..
ada pertanyaan
‘bagaimana ustadz sikap kita terhadap radio roja?’

radio roja dikelola oleh orang-orang turotsiyin, ya orang-orang yang membela ihya at turots
na’am
bagaimana hukum mendengarkannya?
.. Alhamdulillah..! antum mendengarkan itu pengen ilmu kan!? iya?!
yang mendengarkan ini kan karena pengen ilmu kan?! bukankah demikian!?
na’am
kalau demikian jawabannya Alhamdulillah ilmu yang antum inginkan baik itu dalam bidang aqidah, tafsir, hadits, fiqih, ya
sudah tersampaikan oleh para ustadz kita
sudah ada di dalam cd-cd
mau bicara tentang apa antum, apa yang antum inginkan?
tentang urusan rumah tangga
tentang haji
tentang zakat
tentang puasa
tentang manhaj
tentang sejarah
tentang tafsir
hadits
akhlaq
ada semuanya

tinggal antum lihat nama-nama,, judul-judul dari rekaman itu tadi, jika antum benar-benar ingin menyusun jadwal untuknya, antum gak sempat mendengarkan radio roja. ya
masalahnya butuh kejujuran, khan, dari kita..
jangan kita menimbulkan polemik
jangan.
seorang muslim yang baik
yang menyelamatkan dirinya dan umatnya, binaannya dari fitnah
itu tidak akan membuka masalah yang akan menimbulkan polemik
na’am
barokallahu fikum. belum lagi media yang lainnya.
dalam bentuk buku terjemah, majalah dan buletin,
banyak yang belum kita baca
coba antum baca buletin yang diterbitkan oleh ahlussunnah,, hafalkan dalil-dalilnya,,coba
nggak sempet antum memutar radio itu. na’am

lho kalau ada yang berdalil bahwa Syaikh Abdullah al Mar’i membolehkannya,
laa! Syaikh Abdullah al Mar’i tidak membolehkannya… na’am, tidak
saya katakan permasalahan ini tidak boleh berlarut-larut
hendaknya dia segera bertaubat dan meninggalkan permasalahan ini
jangan dijadikan sebagai polemik dan problem di tengah ahlussunnah
jangan.
ayo, sampaikan ilmu dengan baik,, di tengah ikhwan, na’am. barokallahu fikum

begitu jiwa seorang pembina… na’am

alhamdullah, mungkin kita akhiri majelisi ni sampai di sini..
semoga apa yang kita dengarkan ini bermanfaat untuk semuanya
insya ALLAH kita berjumpa dalam kesempatan yang lainnya bi idznillahi ta’ala

kalau ada yang benar itu datangnya memang dari ALLAH
dan jika ada yang salah, murni karena kekurangan yang ada pada diri saya
maka saya berharap adanya masukan-masukan, saran, dan nasehat dari semua yang bisa menyampaikan nasehat tersebut kepada saya

jazakumullahu khoiron

wa shollallahu wa sallam wa baarok ‘ala nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
walhamdulillahi robbil ‘alamin

Transkip Sesi I : http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1975
File Audio : http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1973
Sumber Transkrip: Salafi-Indonesia@yahoogroups.com
(1272) views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori Artikel

Newsletter

527401