|
 |
Kategori Aqidah
Salaf di Bulan Ramadhan
2010-08-25 00:00:00, Penulis: Asy-Syaikh Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali |
|
Ada seseorang yang bertanya kepada Asy-Syaikh Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah tentang bagaimana dengan keadaan para salaf dahulu ketika bulan Ramadhan.
|
DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT
2010-07-05 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan |
|
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Ini adalah berita dari Allah subhanahu wata’ala tentang keadaan orang yang sekarat dan tentang apa yang dia rasakan berupa kengerian serta rasa sakit yang dahsyat (mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala meneguhkan kita dengan ucapan yang teguh, yaitu kalimat tauhid di dunia dan akhirat). Allah subhanahu wata’ala mengabarkan bahwasanya ruh akan dicabut dari jasadnya, hingga tatkala sampai di tenggorokan, ia meminta tabib yang bisa mengobatinya. Siapa yang bisa meruqyah? (Lihat Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim)
|
Hukum Shalat di Masjid Nabawi di mana terdapat Kuburan Nabi Shallallahu alaihi Wasallam di dalamnya
2010-06-25 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari |
|
Setelah membaca pembahasan “Problema Anda” tentang larangan shalat di area pekuburan (termasuk masjid yang dibangun di atas kuburan) dan shalat menghadap kuburan, banyak pembaca setia majalah Asy Syariah yang menanyakan hukum shalat di masjid Nabawi di Madinah mengingat kuburan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berada di dalam masjid.
|
Merasakan Manisnya Iman
2010-06-21 00:00:00, Penulis: assalafy.org |
|
Tidak semua orang yang beriman akan merasakan kelezatan imannya. Sebagaimana seseorang yang memiliki makanan, belum tentu dia bisa merasakan lezatnya makanan itu. Iman yang dimiliki seseorang akan bisa dirasakan lezatnya oleh orang tadi sehingga iman itu akan bisa menyenakan hati dia, dan dia bisa merasakannya nikmatnya ketaatan, meskipun kelihatannya lelah dan habis waktunya untuk melakukan ibadah.
|
Awas Bahaya Syirik
2010-05-29 00:00:00, Penulis: Buletin Jum’at At-Tauhid |
|
Kesyirikan merebak di sekitar kita dengan macam dan sampul yang berbeda. Namun hakikatnya adalah satu, yaitu mempersekutukan Allah dalam ibadah, dan rububiyah-Nya. Mulai dari praktek ngalap (mencari) berkah dari pohon, benda-benda "bertuah", keris, mencari rejeki dari jin di Gunung Lawu, mendatangi dukun (seperti, Ponari), penampakan makhluk halus, menggunakan jimat atau rajah-rajah, percaya kepada tathoyyur (primbon), praktek horoskop (ramal nasib), pengajaran ilmu kekebalan atau kebatinan, istighotsah akbar (meminta pertolongan di kala susah) kepada Syaikh Abdul Qadir Jailaniy, sembelih hewan untuk Nyi Roro Kidul, lempar sesajen ke lautan, potong sapi untuk mayit di kala kematian, dan sederet bentuk kesyirikan lainnya
|
TEMPAT-TEMPAT YANG BANYAK DITEMUKAN PARA SYAITAN ?
2010-02-27 01:16:19, Penulis: Asy Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam |
|
Tempat-tempat yang banyak ditemukan para syaitan diantaranya :
|
Keistimewaan Orang Bertauhid
2010-02-23 00:00:00, Penulis: Buletin Jum’at At-Tauhid |
|
Selain itu , seorang yang ingin merealisasikan dan menyempurnakan tauhidnya, ia harus meninggalkan bid’ah (ajaran-ajaran yang tak ada contohnya dalam agama, walaupun dianggap baik oleh sebagian orang). Contoh bid’ah: perayaan tahun baru hijriyyah atau masehi, perayaan maulid Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, perayaan Isra’-Mi’raj, peringatan Nuzulul Qur’an, dan lainnya. Jadi, seorang harus meninggalkan bid’ah-bid’ah semacam ini, karena bid’ah akan membuat tauhid kita akan keruh dan ternodai.
|
Al-Fathul A’zham
2010-02-21 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Harist |
|
Sebuah peperangan yang menentukan, Al-Fathul A’zham (kemenangan besar), menumpas tuntas keberadaan paganisme (keberhalaan). Sama sekali tidak memberi tempat bagi ajaran paganis sedikitpun bahkan tidak pula melegitimasi kesyirikan dalam bentuk apapun walau sesingkat apapun waktunya
|
Berita Tentang Hari Kiamat
2010-02-15 00:00:00, Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah |
Ingatlah saudariku, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan shirath (titian) yang licin lagi menggelincirkan yang diletakkan di atas punggung Jahannam. Manusia melewatinya sesuai kadar amalannya. Ada yang melewatinya dengan sangat cepat, ada yang lambat perlahan, ada yang merangkak, dan ada yang tersungkur ke dalam api yang menyala-nyala. Kita tak tahu apakah kita termasuk yang selamat melewatinya, ataukah na’udzubillah terperosok ke dalam jurang Jahannam. Kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala keselamatan!
|
Rebo Wekasan Bukan Bagian dari Syari’at Yang Dituntunkan
2010-02-13 00:00:00, Penulis: Abu ‘Abdillah Kediri |
|
Apakah Rebo Wekasan itu? Sebagian kaum muslimin meyakini bahwa setiap tahun akan turun 320.000 bala’, musibah, ataupun bencana (dalam referensi lain 360.000 malapetaka dan 20.000 bahaya), dan itu akan terjadi pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Sehingga dalam upaya tolak bala’ darinya, diadakanlah ritual-ritual tertentu pada hari itu.
|
|
 |