|
 |
Kategori Tafsir
AWAS! JANGAN DEKATI ZINA!
2010-06-27 00:00:00, Penulis: Buletin Islam AL ILMU |
|
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)
|
Faedah Dari Dars Syaikh Muhammad Al-Imam : Hati Yang Keras
2010-04-25 00:00:00, Penulis: Asy Syaikh Muhammad Al-Imam –hafizhahullah ta'ala |
|
Berikut ini adalah saduran fawaid dari dars Syaikh Muhammad Al-Imam –hafizhahullah ta'ala- yang kedua. Fawaid ini dinukil dari dars Tafsir As-Sa'dy yang beliau sampaikan terkait dengan ayat dalam surat Al-Baqarah ayat ke 74
|
Persatuan adalah Rahmat, Perpecahan adalah Adzab
2010-03-17 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafrudin |
|
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan berkata dalam Silsilah Syarh Rasail (hal. 26-27): “Sesungguhnya Allah Jalla wa ‘Ala tidaklah membiarkan hamba-Nya berselisih dan berbeda pendapat tanpa meletakkan kepada kita timbangan dan solusi guna memperjelas kebenaran dari suatu kesalahan.
|
Meniti Jalan yang Lurus
2010-01-21 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal |
|
Seorang hamba yang dibimbing menuju jalan yang lurus adalah semata-mata karena rahmat dan karunia-Nya. Sedangkan seseorang yang tersesat dan menyimpang, itu merupakan bentuk keadilan dan hikmah yang dikehendaki-Nya.
|
Pernikahan dalam Rangka Mawaddah dan Rahmah
2009-09-29 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi |
|
æóãöäú ÂíóÇÊöåö Ãóäú ÎóáóÞó áóßõãú ãöäú ÃóäúÝõÓößõãú ÃóÒúæóÇÌðÇ áöÊóÓúßõäõæÇ ÅöáóíúåóÇ æóÌóÚóáó Èóíúäóßõãú ãóæóÏøóÉð æóÑóÍúãóÉð Åöäøó Ýöí Ðóáößó áóÂíóÇÊò áöÞóæúãò íóÊóÝóßøóÑõæäó “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
|
Saudaraku! ‘Kan kusebut dirimu dalam doaku!
2009-08-01 00:00:00, Penulis: Buletin Al-Ilmu |
|
“Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.” Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin menjelaskan, “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
|
Silaturahim, Keindahan Akhlak Islami
2009-06-27 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu ‘Awanah Jauhari, Lc |
|
Silaturahim berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ÕöáóÉñ dan ÇáÑøóÍöãõ . Kata ÕöáóÉñ adalah bentuk mashdar (gerund) dari kata æóÕóáó- íóÕöáõ, yang berarti sampai, menyambung. Ar-Raghib Al-Asfahani berkata: “æóÕóáó – ÇáúÇöÊöøÕóÇáõ yaitu menyatunya beberapa hal, sebagian dengan yang lain.” (Al-Mufradat fi Gharibil Qur`an, hal. 525)
|
Menghindar dari Fitnah Harta dan Anak
2009-03-17 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal |
|
íóÇÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ áÇó Êõáúåößõãú ÃóãúæóÇáõßõãú æóáÇó ÃóæúáÇóÏõßõãú Úóäú ÐößúÑö Çááåö æóãóäú íóÝúÚóáú Ðóáößó ÝóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúÎóÇÓöÑõæäó “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
|
Tafsir Surat Al-Lahab (Al-Masad)
2009-02-11 00:00:00, Penulis: Buletin Al-Ilmu Jember |
|
Abu Lahab adalah putranya Abdul Muththalib namanya Abdul ‘Uzza. Dinamakan Abu Lahab karena ia kelak akan masuk ke dalam neraka yang memiliki lahab (api yang bergejolak). Atas dasar inilah Allah subhanahu wata’ala menyebutnya dalam kitab-Nya Al Quran dengan kun-yahnya (yaitu nama/julukan yang diawali dengan Abu atau Ibnu, atau Ummu bagi perempuan), dan bukan dengan namanya.
|
Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal
2009-01-09 00:00:00, Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi |
|
Dan tidak ada perselisihan di kalangan para ulama tentang tidak diperbolehkannya kaum wanita menjadi pemimpin negara. (lihat penukilan kesepakatan tersebut dalam Adhwa`ul Bayan, Asy-Syinqithi t, 1/75; Al-Qurthubi t dalam tafsirnya menukil dari Al-Qadhi Abu Bakr Ibnul ‘Arabi t, 13/183, Ahkamul Qur`an, Ibnul ‘Arabi, 3/482)
|
|
 |